Senin, 24 Maret 2014

Tafsir Iman Kepada Allah


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Allah telah menciptakan segala sesuatu yang dikendakinya. Di alam raya ini misalnya, dapat dilihat betapa kemaha besaran Allah sebagai Dzat yang Agung. Bagaimana langut ditinggikan (QS 88: 18), daratan dihamparkan (QS 88: 20), makhluk hidup diciptakan (QS 16: 4, 5, 8), Allah menghidupkan (QS 22: 6), Allah mengakhiri (QS 22: 1), dan sebagainya. Ada maksud penciptaan pasti terdapat pula tujuan penciptaan, ada awal penciptaan – ada akhir dari penciptaan tersebut, dan sebagainya.
Umat muslim memiliki kepercayaan (Iman) yang termaktub di dalam rukun Iman agama Islam, yaitu: Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Rasul, Iman kepada Kitab-kitab Allah, Iman kepada Hari Akhir, dan Iman kepada Qodlo-Qodar.
Salah satu rukun Iman adalah Iman kepada Beriman kepada Allah. Iman kepada Allah adalah:
  1. Membenarkan dengan yakin akan adanya Allah.
  2. Membenarkan dengan yakin akan keesaan-Nya, baik dalam perbuatan-Nya menciptakan alam makhluk seluruhnya, maupun dalam menerima ibadat seganap makhluk-Nya.
  3. Membenarkan dengan yakin, bahwa Allah bersifat dengan segala sifat sempurna, suci dari segala sifat kekurangan dan suci pula dari menyerupai segal yang baharu (makhluk).

B.       Rumusan Masalah
  1. Ayat Al Qur’an yang mengandung aqidah beriman kepada Allah?
  2. Bagaimana penjelasan (tafsir) ayatnya?
  3. Bagaimana inti atau pelajaran yang dapat diambil darinya?

C.      Tujuan
  1. Untuk menambah wawasan pembaca dalam memahami berbagai aqidah beriamn kepada Allah.
  2. Sebagai referensi tambahan bagi para pembaca tentang aqidah beriman kepda Allah.
  3. Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Tafsir.


















BAB II
PEMBAHASAN

1.        Al Qur’an surat Ali Imran ayat 51

مُسْتَقيمٌ صِراطٌ  هَذَا فَاعْبُدُوهُ رَبُّكُمْ وَ  رَبِّي اللهَ إِنَّ
Artinya: “Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kamu, sebab itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”

a.        Kata Kunci
وَرَبُّكُمْ رَبِّي اللَّهَ إِنَّ
“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”. Ini adalah tanda, karena para rasul sebelumnya juga mengatakan demikian, maka kedatangannya dengan membawakan apa yang dibawalan oleh para rasul menunjukkan kenabiannya. Kemungkinan juga bahwa tanda tersebut adalah tanda yang terdahulu.[1]
صِرَاطٌ
kata Shirdth terambil dari kata yang bermakna menelan. sesuatu yang menelan pastilah lebih lebar dari yang ditelan. Jalan yang dinamai shirdth adalah jalan yang lebar, sedemikian lebar sehingga yang berjalan di sana bagaikan ditelan oleh jalan itu.  Jalan itu lebar sehingga dapat meanmpung semua pejalan, dan yang menelusurinya pasti akan sampai ke tujuan. Pemyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta tuntunan-tuntunan agama pada hakikatnya adalah jalan lebar, yang mudah ditelusuri. Agama adalah jalan yang laus dan lebar itu. Demikianlah agama, ia longgar penuh toleransi dan kemudahan sehingga para penganutnya tidak akan merasa berat dan terdesak oleh tuntunan-tuntunannya. Jalan yang lebar itu pun lurus sehingga jarak menuju tujuan tidak panjang atau berliku-liku.
b.   Tafsir
Pada ayat ini dijelaskan ucapan Nabi Isa as kepada kaumnya bahwa Allah SWT adalah Tuhan mereka bersama-sama yang harus disembah, dan menyembah semata-mata adalah merupakan jalan yang lurus dengan pernyataan keesaan Allah dan pengakuan bahwasannya Allah itu adalah Tuhan alam semesta, karena itu sembahlah Dia.
Inilah dia antara perintah Nabi Isa as kepada kaumnya, supaya mereka mempunyai kepercayaan yang benar yaitu Tauhid, selalu menunaikan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya lahir dan batin. Itulah jalan yang lurus dan lapang yang digariskan oleh para rasul, yaitu jalan yang menuju 1 kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.[2]
“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia,” Aku dan kalian adalah sama, memiliki kewajiban beribadah kepada-Nya. “Inilah jalan yang lurus,” sesungguhnya bertakwa kepada Allah dan beribadah kepada – Nya, serta menyatakan keesaan-Nya adalah jalan lurus yang tidak ada kebengkokan padanya.
Pada ayat ini ada kaitannya dengan ayat sebelumnya (50). Dengan memperhatikan bahwa Nabi Musa merupakan Bani Israil dan membawa Taurat sebagai kitab samawi untuk mereka. dalam ayat ini (50), Nabi Isa menyatakan kepada masyarakat bahwa aku juga utusan Tuhannya Musa dan aku juga mempercayai kitab-Nya. Aku akan mencabut sebagian perintah Taurat yang telah ditetapkan sebagai hukuman dan sanksi atas dosa – dosa kalian, akan tetapi dengan syarat kalian bertakwa dan mengikuti agamaku yang merupakan agama Tuhan.
Kemudian Nabi Isa memperkenalkan dirinya sebagai hamba Tuhan dan berkata: “Allah SWT adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka kita semua harus menyembah-Nya dan melangkah di jalan yang lurus dan pertengahan.”



c.    Pelajaran yang dapat diambil

a.       Para utusan Allah, kesemuanya saling menerima kenabian dan kerasulan antara satu dengan lainnya. Setiap Nabi membenarkan kitab dan agama nabi sebelumnya dan menyakininya.
b.      Pengutuasan para nabi merupakan peristiwa ilahi di sepanjang sejarah, bukannya suatu ledakan di suatu tempat atau masa tertentu
c.       Para nabi sebagaimana halnya memiliki wilayah natural dan kekuasaan untuk menguasai alam semesta, juga memiliki wilayah kreasi (syariat) dan menetapkan undnag – undang. walupun demikian, kedua perkara itu harus dengan izin Tuhan.


2.    Al – Qur’an Surat Az – Zummar ayat 14
دِينِي لَهُ مُخْلِصًا أَعْبُدُ اللَّهَ قُلِ
Artinya : Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”.

a.    Kata Kunci
مُخْلِصًا
Kata mukhlishan terambil dari kata khalusha yaitu yang murni yang telah hilang darinya segala sesuatu yang tadinya mengotori sesuatu itu. Kata ini dapat juga berarti murni walau tidak pernah disetuh oleh kekotoran. Demikian ar – Raghib al – Ashfahani.
الدِّينَ
Menurut Thabathaba’i, kata ad - din dapat juga dipahami dalam arti “tata cara yang ditempuh manusia dalam kehidupan bermasyarakat” dan yang dimaksud dengan perintah beribadah adalah cerminan ketundukan kepada Allah dan ketaatan menempuh jalan yang ditetapkan-Nya. Dengan demikian menurutnya ayat di atas memerintahkan untuk menampakkan ketundukan kepada Allah dalam segala aspek kehidupan dengan mengikuti apa yang disyariatkan-Nya dan dalam segala aspek kehidupan dengan mengikuti apa yang disyriatkan-Nya dan dalam keadaan mukhlish / memurnikan agaama kepada-Nya dan tidak mengikuti selain apa yang disyariatkan-Nya.[3]
b.   Tafsir

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada kaumnya bahwa hanya Allah saja yang ia sembah dan hanya untuk-Nya ia memurnikan ketaatan dalam menjalankan urusan agama. Dari ayat ini dapatlah diambil pengertian bahwa dalam melaksanakan urusan keagamaan harus ada garis pemisah yang tegas, tidak boleh dicampuradukkan antara mengesakan Allah dengan mempersekutukan-Nya. Antara yang diperintahkan oleh agama dan mana yang tidak diperintahkan. Dalam urusan akidah dan ibadah tidak ada kompromi, sedang dalam urusan dunia dan kemaslahatan, boleh dipecahkan dengan ijtihad, asal prinsipnya tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Katakan kepada mereka, “Hanya kepada Allah saja aku beribadah, tanpa diiringi kesyirikan dan riya’. Apabila kalian telah mengetahui jalanku tetapi tidak mau mematuhiku, sembahlah tuhan lain sesuka kalian”. Katakanlah pula, “Orang – orang yang merugi segalanya adalah orang – orang yang menyia -  nyiakan diri sendiri dan keluarganya dengan menempuh jalan kesesatan. Camkanlah bahwa penyia – nyiaan diri sendiri itu adalah kerugian yang sempurna dan nyata. ”

Ayat 14 ini mempunyai keterkaitan dengan ayat 11. Dengan ayat ini Tuhan memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW supaya menyampaikan kepada kaumnya, kaum Quraisy itu, tentang pendirian dan akidahnya. Yaitu bahwa dia diperintahkan mengabdi kepada Allah Yang Maha Kuasa, Maha Esa. Seluurh gerak hidup dan perjuangan adalah dari kesadaran, atau dari niat. Dan seluruhnya itu adalah agama, dan tujuannya hanya satu saja, Allah Bersih, suci dan tidak dikotori oleh kehendak – kehendak yang lain. “agamaku kepadaNya semata  - mata.” Dan ini memang telah dijelaskan dalam ayat 2 dari surat az zumar ini di pangkal surat, ketika menerangkan apa maksud ini al – kitab yang diturunkan kepada Nabi SAW. Dan di ayat 3 dijelaskan lagi bahwa “hanya untuk Allah agama yang murni.” Inilah yang sekarang dijelaskan kembali dengan tiada tendeng aling – aling oleh Nabi kepada kaumnya. Meskipun beliau sedarah, sedagang, senenek semoyang seketurunan dengan mereka itu, namun pegangan hudupnya berbeda dengan pegangan hidup mereka. Mereka menyembah berbagai macam berhala, ada al – Latta, ada al – ‘Uzza, ada manusia yang besar dan ada lagi beratus yang lain, namun dia terlepas dari itu samasekali.[4]

Dan di ayat 14 Nabi Muhammad disuruh untuk menjelaskannya sekali lagi:
Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”.
Bahwa seluruh kegiatan adalah agama dan agama itu hanya semata – mata murni buat Allah, ada persembahan dan pengabdian kepada yang lain.

c.    Pelajaran yang diambil

1.      Orang  bertakwa  akan memetik buah ketakwaannya berupa  kebaikan di dunia dan akhirat.
2.      Orang yang sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan akan mendapat ganjaran dari Allah tanpa batas.
3.      Takwa hendaknya dihiasi dengan sifat sabar menghadapi  cobaan dan rintangan.  Apabila di negeri tempat ia berdiam terhalang kebebasannya dalam melasanakan perintah Allah, hendaklah ia berhijrah ke negeri lain.









BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Surat Ali Imran ayat 51
Inilah dakwah nabi Isa as, yakni sama seperti para nabi dan rasul lainnya, sama – sama mengajak manusia mentauhidkan Allah. Namun kaumnya mendustakan Beliau dan tidak mau beriman. Dalam ayat ini terdapat bantahan terhadap orang – orang Nasrani yang meyakini trinitas, dan bahwa yang demikian bukanlah ajaran Nabi Isa as.
Sebagai orang muslim harus beribadah kepada Allah, bertakwa kepada-Nya dan mentaati Rasul-Nya supaya kita menuju jalan yang lurus jalan yang selalu di ridhoi oleh Allah SWT.

Surat Az Zumar ayat 14
Allah mengutus Rasul untuk  selalu menegakkan agama tauhid, beribadah hanya  kepada Allah, memurnikan ketaatan dalam urusan agama hanya kepada Allah, dan selalu memelihara diri dari melanggar larangan – larangan-Nya.
Orang – orang yang musyrik yang tetap pada kemusyrikannya, akan mendapat siksaan neraka yang paling dahsyat.







DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI. 1993. Al – Qur’an dan Tafsirnya . Semarang: CV Wicaksana
Syaikh Muhammad Ali Ash – Shabuni. Shafwatut Tafsir jilid 1. Penerjemah: KH. Yasin. 2011.  Timur: Pustaka Al - Kautsar           
Departeman Agama RI. 2007. Al – Qur’an dan Tafsirnya (Edisi yang disempurnakan). Jakarta: Semarang
Prof. Dr. Hamka. 2002. Tafsir Al Azhar Juz XXIV. Jakarta: Pustaka Panjimas
M. Quraish Shihab. 2006. Tafsir Al – Mishbah volume 12. Jakarta: Lentera Hati


[1] 1Imam, Tafsir Asy-syaukani, Penerjemah: Amir Hamzah Fachruddin, Asep Saefullah, (Jakarta Selatan: Pustaka Azzam,2009)hal366

[2] Departemen Agama, Al-Qur’an dan Tafsrnya, (Semarang: CV. Wicaksana, 1993)hal 581
[3] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Qur’an Misbah Volume 12(Jakarta: Lentera Hati, 2006)hal 180
[4] Prof. Dr. Hamka, Tafsir Al Azhar, (Jakarta: Pustaka Panjimas:2002),

Sabtu, 22 Maret 2014

Tempat Wisata Terindah di Indonesia

Bicara soal tempat terindah di dunia memang tidak ada habisnya, karena menurut versi orang berbeda-beda pendapat mereka tentang tempat paling indah di muka bumi. Tapi hal yang paling kita suka soal informasi ini adalah kita bisa menambah banyak wawasan dari hal yang sebelumnya kita tidak tahu menjadi sedikit lebih tahu dari orang lain.
Indonesia adalah negara yang luar biasa memukau dan memiliki banyak tempat-tempat wisata yang luar biasa indah. Di antara ribuan tempat wisata ini, manakah yang paling memukau di antara kalian? Dalam artikel kali ini akan membahas tempat-tempat wisata terindah di Indonesia yang layak anda kunjungi untuk liburan.

1. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat


Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa dan pecinta alam dari mancanegara. Suhu udara rata-rata sekitar 20?C; terendah 12?C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Pada Juli, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja. 

2. kawah ijen , jawa timur


Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari.

3. Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur


Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo Kecamatan kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu. 

 4. Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara



Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

5. Danau Toba, Sumatra Utara



Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer (danau vulkanik terbesar di dunia). Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. 

6. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat


Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya.

Jumat, 21 Maret 2014

Dasar – Dasar Penyiaran


Bab I Siaran Radio
1.      Sejarah Radio
Radio ditemukan pada tahun 1877 oleh Gluglielmo Marconi (Italia). Dan pada tahun 1894 Marconi melanjutkan eksperimen Henrich Hertz (1884) untuk mewujudkan penemuan radio ke arah yang lebih sempurna, yaitu pada 1895 penemuannya itu dapat menerima tanda – tanda tanpa kawat dalam jarak 1 mil dari sumbernya, dan pada 1896 jaraknya menjadi 8 mil.
Kejutan lain yang juga mengagumkan adalah upaya dari David Sarnoff, sang pengkhayal sejati, pada 1916 dengan memonya Radio Music Box, mengenai usulan agar pesawat penerima radio diproduksi secara massal sehingga siaran musik dapat dinikamti oleh banyak orang. Dengan begitu menurut Albig, istilah radio siaran (Broadcasting) yang kali pertama memperkenalkannya adalah David Sarnoff.

2.      Sekilas Tentang Radio di Indonesia
Radio siaran pertama di Indonesia kala itu bernama Nerderland Indie – Hindia Belanda, adalah Bataviase Radio Vereniging (BRV) berada di Batavia (Jakarta), yang didirikan pada 16 Juni 1925. Semua radio siaran memiliki status swasta.
Sebagai pelopor munculnya radio siaran usaha bangsa Indonesia adalah SRV, yang didirikan pada 1 April 1933 berkat peran Mangkunegoro VII dan Ir. Sarsito Mangunkusumo. Sejak itu, dikemudian hari, berdiri badan – badan radio siaran, usaha bangsa Indonesia di berbagai kota besar lainnya.

3.      Pengertian Radio Siaran
Merujuk pada pengertiannya dalam The Encyclopedia of America International 1983, radio is mean communication that tillies on the use of eectromagnetic wave propagates through space the speed of light. The elecronic wave used for radio communication are similar to light and heat waves, but generally much lover in frequency (radio adalah alat komunikasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik yang disebarkan melalui ruang pada kecepatan cahaya. Gelombang  elektromagnetik yang digunakan dalam komunikasi radio persis dengan cahaya dan gelombang panas, tetapi frekuensinya lebih rendah).
Menurut Anton M. Moeliona, radio adalah siaran (pengiriman) suara / bunyi melalui udara (1982). Sedang menurut Moeryanto Ginting, radio adalah alat komunikasi massa yang menggunakan lambang komunikasi yang berbunyi.
Terkait dengan itu, maka radio siaran perlu dimuati pesan – pesan, informasi, musik, serta bunyi –bunyi lainnya, yang terencana, tersusun / tertata, terpola menjadi suatu program yang layak dan siap untuk didengarkan kepada khalayak. Suara penyiar yang merdu dan enak didengar merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh stasiun radio. Bukan Cuma sekedar merdu dan enak didengar. Keserasian warna vokal(timbre) yang dimiliki si penyiar dengan  mata acara yang dibawakannya harus terpenuhi.
4.      Karakteristik Radio Siaran
Sebagai media massa, radio siaran memiliki karakkteristik unik dan khas yang juga tentunnya mempunyai keunggulan dan kelemahannya. Dalam penyampaian pesan atau isi pernyataannya yang dikemas dalam program radio mempunyai cara tersendiri yang disebut dengan gaya radio meliputi bahasa kata-kata lisan, musik/lagu, dan efek suara, yang menjadi kunci utama idenittas sebuah stasiun radio dalam menyajikan programnya untuk memikat pendengarnya. Bahasa atau kata-kata lisan yang digunakan penyiar dalam penyampaian pesannya disebabkan apa yang disebut dengan “gaya radio” atau radio style. Menurut Effendy, gaya radio siaran dapat timbul karena faktor:
1.      Sifat radio siaran
Karateristik : 1. Imajinatif, radio bisa menciptakan theatre of mind.
2.    Auditori, radio adalah bunyi atau suara yang hanya bisa di konsumsi oleh telinga.
3.    Akrab, media radio siaran adalah intim.
4.    Gaya percakapan, bahasa yang digunakan bukan tulisan, tetapi gaya obrolan sehari-hari.
2.      Sifat pendengar radio
Karakteristik : 1. Heterogen (beragam)
2. personal (Pribadi)
3. Aktif
4. Selektif

5.      Kekuatan dan kelemahan radio
a.       Kekuatan radio siaran
                                           I.             Radio bersifat langsung
                                        II.             Radio siaran menmbus jarak dan rintangan
b.      Kelemahan radio siaran
                                           I.            Durasi program terbatas
                                        II.            Sekilas dengar
                                     III.            Mengandung gangguan

Bab II Konsep dan Strategi Penyiaran Radio
1.      Komunikator Media Radio
            Dalam dunia radio siaran, komunikator adalah bisa seorang pemilik modal, marketing, penyiar, reporter, penulis naskah, produser, program director, music director, serta operator. Pesan – pesan yang disampaikan bisa berupa kata – kata ucapan/ujaran, musik/lagu, serta efek suara (sound effect). Pesan yang disampaikan melalui media radio dikemas dalam format program acara yang ditunjukkan kepada komunikan atau khalayak.
            Komunikan adalah manusia atau manusia – manusia yang menerima isi pernyataan komunikator sehingga terjadi proses komunikasi. Di dalam dunia radio siaran, penyiar merupakan komunikator yang paling mendapat perhatian terbesar dari para pendengar.
2.      Upaya Penyiar Profesional
            Penyiar sebagai ujung tombak siaran, tentunya identik sebagai representasi dari stasiun radionya. Artinya merupakan salah satu cermin identitas stasiun (statioo identity). Karena untuk menyampaikan informasi, pikiran, emosi, penyiar hanya mengandalkan suara. Bukan  dengan gerak tubuhnya, atau seulas senyum agar orang bisa melihatnya. Menurut Temmy Lesanpura, penyiar dalam arti dan fungsinya , terdapat 10 hal pokok yaitu :
1.      Sebagai juru bicara stasiun radio
2.      Sebagai alat bersaing dengan stara (stasiun radio lain)
3.      Penyampai pesan komersial
4.      Menjadi station identity (identitas stasiun)
5.      Pelaku “awareness” dengan pendengar/penghimpun pendengar
6.      Menjadi unsur kekuatan mencapai “leader station”
7.      Anggota perusahaan yang punya hal dan kewajiban
8.      Memiliki needs dan harapan dalam karir serta jabatan
9.      Sebagai teman bicara
10.  Sebuah profesi yang khusus dalam dunia komunikasi
            Penyiar juga dapat dibagi dalam sejumlah kategori yang bisa dikelompokkan menjadi penyiar :
1.      Berita – narator informasi
2.      Penyuluh pendidik
3.      Peng – interview/pewawancara/features
4.      Reportase
5.      Hiburan/ entertainer – variety show
6.      Obrolan/perbincangan
7.      Program musik
8.      Komedi
9.      Radio play – dongeng
10.  Dakwah
11.  Kontak pendengar
Seorang penyiar harus memiliki tiga hal penguasaan, yaitu :
1.      Skill
2.      Knowledge
3.      Attitude

Bab III Para Kreator Produksi Radio Siaran
1.      Kretif dan inovatif
            Setiap stasiun radio, khususnya di bagian produksi siaran, sangat membutuhkan para kreator atau orang – orang yang kreatif sekaligus inovatif dalam mengemas produksi program yang hendak disiarkannya. Maka itu, setiap perencanaan program selalu dituntut suatu inovasi dan kreativitas. Diharapkan program tak terkesan monoton dan menjenuhkan. Untuk itu pula, tak heran, jika diperlukan adanya suatu selektivitas terhadap suara penyiar lagu, atau bunyi – bunyi lainnya untuk ditata sedemikian rupa agar sesuai tujuan dan aturan penyajiannya, sehingga dari hari ke hari dipastikan akan selalu berbeda.
2.      Para Kreator Produksi Program
            Sebaiknya perlu disadari oleh bagian produksi program, bahwa segala produksi program yang disiarkan adalah hasil kerja tim atau kelompok. Semua orang yang terlibat di dalam proses maupun hasil produksi program harus menyadari, bahwa sebuah program yang bagus dan menarik juga merupakan hasil kerjasama tim. Orang – orang inilah yang menjadi kunci atau berperan penting dibalik kesuksesan sebuah program radio. Baik program musik maupun berita.

Untuk lebih jelasnya, dapt dijabarkan sebagai berikut :
1.      Manajer Produksi, seorang yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap segala proses dan hasil akhir produksi siaran.
2.      Program Director/Penata Program, seorang yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap keseluruhan program siaran dan membuat serta menyusun jadwal siaran.
3.      Music Director/Penata Musik, seorang yang bertugas dan betanggung jawab dalam menentukan format musik, kriteria lagu, dan penyedia lagu di dalam setiap progam pada suatu stasiun radio.
4.      Produser, seorang yang bertanggung jawab terhadap acara yang diasuhanya dan selalu mengupayakan kualitas dari isi acaranya.
5.      Penulis Naskah/ Scriptwriter radio,  seorang yang bertanggung jawab menulis naskah siaran denga menggunakan bahasa tutur atau percakapan dalam suatu program radio.
6.      Penyiar, seorang yang bertugas menyampaikan materi naskah dan isi materi siaran melalui tuturan kata – kata kepada pendengar.
7.      Reporter, seorang yang bertugas melaporkan suatu peristiwa penting melalui media massa.
8.      Editor,  seorang yang bertugas menyunting atau memotong materi suara dan bunyi untuk keperluan tuntutan program siaran.
9.      Operator Siar, seorang yang bertanggung jawab dan bertugas mengoperasikan peralatan studio siaran sehingga dapat dinikmati acara siarannya oleh pendengar radio.
10.  Operator Rekam, seorang yang bertugas terlibat dalam suatu produksi melalui proses perekaman pada acara – acara yang akan disiarkan.

Bab IV Perencanaan  & Penyusunan Program Radio

1.      Pengertian Perencanaan Program
            Ketika mendengar siaran radio yang tersaji dalam bentuk program -  programnya , biasanya ada suatu keteraturan yag dirasakan pendengar. Keteraturan yang dimaksud melinkupi, waktu, durasi, komposisi, segmen acara,  rotasi lagu, serta susunan acara. Setiap program yang tersaji dimuati oleh pesan – pesan atau isi pernyataan (IP). Pesan – pesan tersebut dikemas dalam sebah program yang sebelumnya telah melalui proses perencanaan.
            Secara lebih luas dalam konteks perencanaan dan pengelolaan, menurut Harold dan Cyril. Donell dalam bukunya Principle of Management, perencanaan didefinisikan sebagai persiapan yang teratur dari setiap usaha yang mewujudkan/mencapai tujuan atau tujuan – tujuan yang telah ditentukan. (Saragih,1982:62)
            Progam Perencanaan, dapat pula dikatakan sebagai suatu perencanaaan komunikasi. Siaran program radio juga termasuk perencanaan komunikasi. Perencanaan komunikasi bisa dikaitkan dengan pemilihan penggunaan media apa yang sesuai dengan sasaran atau khalayak.
Hoeta Soehoet membagi delapan tahapan dalam melakukan perencanaan komunikasi :
1.      Meneliti Sasaran
2.      Membatasi Sasaran
3.      Penyusunan Isi Pernyataan
4.      Penentuan Saluran – Saluran
5.      Penentuan Intensitas
6.      Penentuan Frekuensi
7.      Penentuan Waktu
8.      Penentuan Tempat

2.      Pengertian Penyusunan program
            Setelah program yang telah direncanakan selesai digarap, maka program tersebut perlu disusun agar pesan – pesan yang terkandung di dalamnya dapat sampai secara efektif. Dalam hal ini seorang penyiar berperan penting dalam mengolah pesan – pesan tersebut menjadi sesuatu yang menarik dan enak didengar.


3.      Penentuan Format Stasiun
            Setiap program yang hendak dirancang dan dibuat harus mengacu terhadap format stasiun. Format stasiun adalah pola atau bentuk dominan yang menunjukkan ciri dan identitas tertentu dari stasiun radio yang bersangkutan.
4.      Membuat Acara Siaran
            Unsur- unsurnya menurut Temmy Lesanpura :
1.      Tema acara
2.      Nama/ judul acara
3.      Materi acara
4.      Waktu siar
5.      Durasi siar
6.      Kriteria penyiar
7.      Jumlah penyiar
8.      Format acara
9.      Gaya siaran
10.  Teknis siaran
11.  Kriteria lagu
12.  Jumlah lagu
13.  Operasionalisasi siaran
14.  Operator siaran
15.  Biaya operasional
16.  Jumlah iklan
17.  Jenis iklan


5.      Penyajian Program Siaran
            Tujuan penyajian program siaran
1.      Pengetahuan
2.      Hiburan
3.      Kepentingan sosial
4.      Pelarian

Bab V Daya Tarik Program Radio

1.      Unsur – unsur Daya Tarik Radio
            Unsur – unsur radio menurut Effendy, yaitu :
a.       Musik
b.      Kata –kata
c.       Efek suara

2.      Mengembangkan Kreativitas Daya Tarik
            Musik atau lagu yang disuguhkan melalui program, sesuai dengan suasana hati atau pikiran pendengar saai ia mendengarkan radio tersebut. Setidaknya lagu yang diputar sesuai dengan kondisi waktu dan jamnya. Apakah harus bertempo up (cepat), medium (sedang), atau low (lambat). Hal ini yang dijual dari radio siaran, yaitu memiliki pendengar melimpah yang potensial buyer (pembeli potensial) sesuai target sasaran atau segmentasi yang telah ditetapkan. Memadukan kreatifitas daya tarik memang buka perkara yang mudah. Karena. Walau bagaimana mengemas sautu acara radio memerlukan rutinitas, latihan, dan evaluasi sehingga tim acara yang terlibat bisa memahami segala hal yang diingini dan yang dibutuhkan pendengar.


Bab VI Format dan Jenis Program Radio
1.      Pengertian Format Program
            Menurut Pringle-Starr-McCavitt (1991) seperti dikutip Morisson (2005), “the programming of most stations is dominated by one principle content element or sound, known  as format” (program sebagin besar stasiun radio didominasi oleh satu elemen isi atau suara yang utama yang dikenal dengan format).
            Kemunculan format stasiun atau spesialisasi siaran yang disebut narrowcasting, akibat dari banyak tumbuh berkembangnya stasiun radio, dan semakin kuatnya daya pesona media televisi. Menurut C. Keith, spesifikasi atau narrowcasting pada tahun 1950-an menyelamatkan media radio dari kebangkrutan di Amerika Serikat.
            Format bisa dimaknai sebagai ukuran, pola, bentuk untuk menjelaskan tentang sesuatu. Format stasiun dimaksudkan sebagai pola atua bentuk dalam ciri tertentu yang mendominasi siarannya. Secara garis besar format stasiun dapat dibagi menjadi :
1.      Format Berita, bahwa stasiun radio tersebut menyajikan porsi dominan siarannya pada  berita dan informasi.
2.      Format Musik, stasiun radio yang menyajikan porsi dominan siarannya pada musik.
3.      Format Khusus, stasiun radio yang mencirikan siarannya pada materi tertentu dan khas.
            Kemunculan pendekatan narrowcasting, cukup membawa dampak positif bagi perkembangan media radio pada masa – masa selanjutnya. Sebab, selanjutnya, radio siaran tidak mengenal suatu format spesifik (narrowcasting). Radio siaran masih menggunakan pendekatan lain yang disebut sebagai broadcasting, yang mana isi siarannya merupakan kombinasi berbagai formal yang ditujukan untuk pendengar heterogen atau beragam. Sampai sekarang pendekatan broadcasting masih digunakan oleh beberapa radio siaran di Jakarta, antara lain, RRI, Radio Sonora (Jakarta), dan lain – lain.
            Sejalan dengan perkembangan zaman yang terus berubah, format stasiun justru sekarang menjadi salah satu identitas sebuah stasiun radio. Selain itu, format bisa menjadikan suatu radio diakui eksistensinya dan memiliki pendengar yang khas. Namun,sesungguhnya, kata format mempunyai penambahan tiga pengertian di belakangnya, yaitu format program, format produksi, format siaran (Darmanto, 1998: 45).
            Pengertian format program mengacu pada perencanaan penyajian suatu program yang didasari isi materi siarannya. Format produksi mengandung pengertian bagaimana suatu program disajikan secara tekniknya. Sedangkan format siaran atau lebih dikenal dengan format station dapat dimaknai sebagai bentuk kepribadian suatu siaran penyiaran radio sebagaimana dapat didengarkan dari program siarannya.

2.      Jenis Format Proposal Program
            Seperti halnya format stasiun, format program dapat dibagi menjadi tiga kategori besar, yaitu :
1.      Format informasi / berita, radio yang dalam penyajian siarannya didominasi oleh program – program dengan materi kata / berita, yang mengandung informasi dan peristiwa aktul untuk diketahui oleh pendengar. Misalnya, berita (news), bincang – bincang (talk), atau perpaduan antara berita dan bincnag – bincang.
2.      Format program musik seluruh program terbesarnya adalah musik atau lagu sebagai ciri khasnya sebagai representasi dari format satsiunnya (format musik). Pilihan format musik sesungguhnya paling banyak dipilih oleh stasiun radio sebagai ciri identitasnya. Karena musik atau lagu yang disajikan dalam bentuk program yang paling banyak digemari pendengar.
3.      Format khusus, format yang siarannya mengarah terhadap kekhususan tertentu yang dominan.
            Dengan adanya format program, pendengar dapat menikmati siaran radio sesuai dengan minat dengarnya. Format program merupakan suatu batasan mengenai ciri tentang suatu program. Ada beragan jenis format program di dalam suatu stasiun radio. Menurut Wahyudi (1994: 17-18) dari aspek karakteristiknya jenis siaran terbagi dua, yaitu :
1.      Siaran karya artistik, siaran yang diproduksi melalui pendekatan artistik, yaitu proses produksi mengutamakan segi keindahan.
2.      Siaran karya jurnalistik, siaran yang diproduksi melalui pendekatan jurnalistik yaitu suatu proses produksi yang mengutamakan segi kecepatan, termasuk dalam proses penyajian kepada khalayak.
            Perbedaan antara karya artisitk dan karya jurnalistik menurut Wahyui (1994:19), sebagai berikut:
1.      Karya Artisitk
Ø  Sumber : Ide/gagasan
Ø  Mengutamakan keindahan
Ø  Isi pesan bisa fiksi dan non fiksi
Ø  Penyajian tidak terikat waktu (perencanaan)
Ø  Sasaran kepuasan pendengar
Ø  Memenuhi rasa kagum / menghargai seseorang
Ø  Improvisasi tidak terbatas
Ø  Isi pesan terikat pada kode moral
Ø  Penggunaan bahasa bebas (dramatis)
Ø  Refleksi daya khayal kuat
Ø  Isi pesan tentang realitas sosial
2.      Karya jurnalistik
Ø  Sumber : Permasalahan hangat
Ø  Mengutamakan  kecepatan / aktualitas
Ø  Isi pesan harus faktual
Ø  Penyajian terikat waktu
Ø  Sasaran kepercayaan & kepuasan pendengar
Ø  Memenuhi rasa ingin tahu pendengar
Ø  Improvisasi terbatas
Ø  Isi pesan terikat pada kode etik
Ø  Menggunakan bahasa jurnalistik (ekonomi kata & bahasa)
Ø  Refleksi penyajian kuat
Ø  Isi pesan menyerap realitas / faktual

3.      Jenis  - Jenis Program
            Berkait dengan kategorisasi dan klasifikasi tentang karya artistik, maka dapat dijabarkan berdasarkan jenis masing – masing program tersebut sebagai berikut :
1.      Program Musik. Suatu program yang materi siarannya mengutamakana aspek atau yang berkaitan dengan musik dan lagu dalam penyajian siarannya.
2.      Program Drama Radio. Suatu program yang menyajikan atau karakternya dalam suatu tema cerita tertentu yang dibawakan dengan gaya naratif, monolog, dialog yang diselingi dengan suara musik, lagu, seta efek suara seperlunya.
3.      Program Kuis Radio.suatu program yang materi siarannya didasarkan pada pertanyaan –pertanyaan, teka –teki, permainan/games auditif yang ditujukan kepada pendengar agar menanggainya sebagai sautu bentuk partisipasinya atau interaktif, yang dikompensasikan dengan suatu hadiah.
4.      Program Variety Show. Suatu program sajian yang terdiri dari sejumlah kombinasi dari beragam format acara, yang dikemas secara dinamis dan menarik dengan diselingi sisipan musik dan efek suara.
5.      Program Komedi/Humor. Suatu program yang menyajikan unsur – unsur yang menggelitik dan mengundang kelucuan secara auditif sehingga merangsang pendenagr untuk tersenyum atau tertawa.
6.      Program Sponsor. Suatu program yang isi siarannya dimuati oleh informasi dan data produk tertentu yang disajikan dengan gaya perbincangan atau wawancara.
                                


            Sedangkan karya jurnalistik sebagai berikut :
1.      Program Buletin Berita. Suatu sajian beragam berita aktual yang dikemas dalam tingkatan gradasi sangat penting, penting dan kurang penting yang perlu diketahui masyarakat.
2.      Program Dokumenter. Program yang didasarkan pada peristiwa penting yang telah belalu dan memiliki relevansi aktualitas dengan kekinian.
3.      Program Majalah Udara. Program adopsi dari majalah cetak yang disajikan dalam bentuk versi auditif yang berisi mengenai aneka ragam topik, tema, serta peristiwa yang perlu diketahui masyarakat.
4.      Program Feature. Program informasi yang membahas suatu topik persoalan melalui bebagai pandangan yang saling melengkapi, mengurai, dan mengkritik, yang disajikan dalam berbagai format.
5.      Program talk Show. Program yang mengutamakan sajian perbincangan ataua obrolan yang didasari penentuan tema, topik, serta bahasan yang dikemas secara dinamis dan aktual, faktual, menarik, juga menghibur.

            Untuk itu, tuntutan yang harus dipenuhi dalam menyajikan karya jurnalistik meliputi :
1.      Kemampuan reportase. Reporter radio dituntut kemampuannya untuk menggali sumber berita, yang terkait dengan peristiwa.
2.      Kemampuan mewawancarai. Reporter lapangan atau penyiar di studio harus sanggup memahami kaidah atau kiat – kiat mewawancarai narasumber.
3.      Kemampuan mengantisipasi narasumber. Bagi stasiun radio berformat berita, kemampuan mencari dan membina hubungan baik dengan narasumber mutlak dirperlukan, agar narasumber tidak jera untuk tampil kembali diwawancarai.
            Tipe narasumber yang bisa menimbulkan hambatan, anatara lain (Beaman, 2002:130-131)
·         Narasumber meninta salinan pertanyaan sebelum wawancara.
·         Narasumber memberi jawaban – jawaban singkat.
·         Narasumber tak bersedia memberi informasi.
·         Narasumber berbicara terlalu panjang.
·         Narasumber menggunakan kata – kata kotor.

SOP
(STANDARD OPERATION PROSEDUR)
Reportase Langsung
            Reportase langsung dari lokasi sumber berita yang dilakukan oleh Reportase yang ada dilapangan unutk News Lepas. (non sponsor)
a.       Tujuan
·         Agar petugas yang terkait dengan produksi reportase langsung menjaga konsistensi dan tingkat kinerja tim dalam organisasi atau unit kerja.
·         Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap – tiap posisi dalam organisasi.
·         Memprjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas terkait.
b.      Pelaksana
Penanggung jawab Reportase ini adalah pengarah acara / desk pemberitaan dan Reporter.
Bagian lain yang terkait dalam proses ini adalah Penata Rekam, penyiar, operator.
c.       Prosedur
ü  Reporter mengirim SMS tentang adanya berita dari TKP ke..... (deks pemberitaan)
ü  Jika Ok. Lanjutkan
ü  Jika tidak berhenti
ü  Reporter membuat naskah berita
ü  Penyiar / petugas di studio menghubungi Via telp ke reporter
ü  Cek semua peralatan komunikasi (handphone dan tape), naskah dan insert rekaman bila ada
ü  Jika OK. Lanjutkan
ü  ON AIR


Bab VII Penunjang Daya Tarik Program Radio Siaran
1.      Penunjang Daya Tarik Program
            Sebagai media yang auditif, radio dalam penyiaran programnya memang tidak selalu terpaku terhadap format program yang disajikannya. Artinya, progam bukan hanya menyiarkan hal – hal yang berkaitan dengan isi dominan materinya, seperti misalnya : suara penyiar yang membacakan teks / naskah siaran atau saat si penyiar berbicara secara improvisasi, suara pendengar yang terlibat aktif melalui telepon sebagai bagian dari program interaktif, lagu – lagu yang terputar, serta back sound yang melatarinya sepanjang durasi acara.
2.      Aneka Penunjang Program
Menurut Temmy Lesanpura, yang pernah dikenal sebagai praktisi dan konsultan radio siaran, dalam diktat internal berjudul Pelatihan Manajemen dan Produksi Radio Siaran (1990), hal – hal yang dapat menciptakan station identity (identitas stasiun radio) adalah
a.       Station Call. Suatu penanda atau tanda pengenal audio yang singkat sebagai identitas radio. Umumnya berdurasi pendek antara 5 hingga 10 detik sebagai salah satu ciri khas dari suatu stasiun radio siaran, yang berisikan pesan mengenai keterangan nama stasiun, angka gelombang atau frekuensi, alamat stasiun, yang dikemas dalam bentuk disenandungkan dengan iringan musik atau efek suara secara singkat.
b.      Jigle Program. Musik atau lagu pendek pembuka dari acara yang dimaksud sebagai keterangan mengenai tema , isi, da bentuk acara yang disajikan.
c.       Opening Tune. Suatu pembuka acara siaran yang berfungsi untuk penanda dalam bentuk musik instrumen atau lagu, yang dikemas dengan durasi pendek atau seperlunya, yang kemudian pula dapat dilanjutkan dengan vokal si penyiar yang berbicara di atas musik terdengar tersebut sebagai salam pembuka.
d.      Radio Expose/Promo Program. Tanda pengenal audio dari suatu yang berisi keterangan mengenai nama acara, pembawa acara, waktu penyiaran, dan bentuk acara secara singkat, yang disiarkan dengan frekuensi tertentu di sela – sela program sebagai promosi acara.
e.       Time Signal. Suatu penunjuk waktu berupa jam  juga menit yang berfungsi sebagai pengingat yang ditujukan kepada pendengar, diselipkan di antara rentang waktu suatu acara.
f.       Smash Music. Bagian dari potongan musik dengan irama menghentak yang terdengar secara sekilas. Biasanya digunakan sebagai penghubung atau aksen dalam suatu program.
g.      Bumper. Suatu penanda berupa musik pendek atau efek suara, serta kata yang diberi keterangan seperlunya sebagai bagian awal dan akhir atau penyelip pada suatu program dan bentuk – bentuk audio lainnya.
h.      Insert. Suatu paket audio berdurasi pendek yang dibuat melalui proses perekaman sebelumnya atau siaran langsung, yang biasanya beisi kata – kata , musik, juga efek suara yang disajikan dalam benruk informasi penting atau dengan secara sekilas atau kisah lucu singkat (anekdot). Insert kerap diputar di sela – sela suatu program musik atau lagu.
i.        Iklan Spot Radio. Suatu pesan promosi berdurasi 30 detik atau lebih mengenai produk, abrang, serta jasa dalam bentuk audio yang harus melalui proses perekaman sebelum disiarkan.
Unsur – unsur yang telah diebutkan di atas, merupakan bagian dari daya tarik program radio. Unsur – unsur tersebut menyelingi di sela – sela program, sehingga acara yang disiarkan menjadi bervariasi, dinamis, dan memikat. Maka itu pula, semuanya disusun bersama dengan program acara dalam rentang durasinya yang disebut format clock berbentuk diagram lingkaran.
3.      Menata dan Memadukan Penunjang Dya Tarik
Menata unsur – unsur penunjang daya traik program dibutuhkan kejelian dan hasil pengalaman yang cukup memadai. Memadai di sini dimaksudkan, memiliki pengalaman dalam memahami musik, karakter suara/sound, naskah radio, durasi, serta karakteristik acara, sehingga pemahamnnya mengenai irama dan dinamika acara yang disajikan dapat dinikamti pendengar dengan baik. Semua unsur – unsur daya tarik tersebut dipadukan dengan nuansa atau elemen – elemen yang mampu menggugah emosi dan keterlibatan pendengar. Seperti yang diungkap Howard Gough, ada sebagian daya tarik acara terletak pada elemen – elemen berikut ini :
1.      Acara itu berdampak bagi kehidupan pendengar, berhubungan denagn cara – cara tertentu sehingga mereka merasa terlibat.
2.      Selalu ada konflik. Adanya pertentangan. Acara di format dengan menyajikan dua pendapat yang berbeda dari si penyiar, bisa isu yang aktual atau yang masih terus menjadi bahan perdebatan di dalam masyarakat.
3.      Program harus dipahami khalayak. Seorang pakar atau akademisi, sebaiknya jika bersiaran harus beradaptasi dengan format dan segmentasi dari radio bersangkutan.


Bab VIII strategi Pemasaran Program Radio
1.      Pengertian Strategi
Banyak pakar dibidang pemasaran menyatakan, strategi merupakan modal dasar demi tercapainya tujuan. Secara definitif, strategi dimaknai sebagai suatu cara atau kiat mencapai suatu tujuan tertentu. Untuk itu, agar mencapai suatu tujaun yang dikehendaki dibutuhkan suatu strategi. Strategi yang baik dapat diwujudkan hasil gemilang yang sesuai harapan. Maka itu pula, strategi sebaiknya mudah untuk dilaksanakan sehingga apa yang hendak dicapai dapat terwujud. Herman kartajaya menyatakan, dari semua buku referensi perang, hanya ada strategi dan taktik. Pada umumnya, para pemikir mengatakan bahwa strategi lebih penting daripada taktik.
2.      pengertian Pemasaran
Memahami dunia pemasaran, tak berlebihan, tampaknya juga dapat menimbulkan garis – garis kernyit di dahi. Karena, hampir dipastikan, memasarkan suatu produk agar bias dikenal, diingat, dibeli, dan menimbulkan kesetiaan bagi konsumen, sama sulitnya ketika seorang ibu berupaya keras membujuk anaknya untuk makan.
Pemasaran menurut para tokoh di dalam buku Immutable Laws of Branding (2000: viii) “Pemasaran pada dasarnya adalah membangun merek di benak konsumen. Jika anda mampu memnbangun merek yang, anda akan memiliki program pemasaran yang tangguh pula. Jika anda tak mampu, maka upaya apa pun yang anda lakukan, pengiklanan, promosi penjualan, kehumasan, tak akan mampu mencapai tujuan program pemasaran anda.”
Sedangkan strategi pemasaran didefinisikan sebagai analisis strategi pengembangan dan pelaksanaan kegiatan dalam strategi penentuan pasar sasaran bagi produk pada tiap unit bisnis.
pemasaran atau marketing merupakan salah satu bagian terpenting dalam suatu perusahaan. Karen pemasaran adalah aspek yang terlibat atau penentu dalam tinggi rendahnya keuntungan yang diperoleh suatu perusahaan. bagian pemasaran di radio juga berfungsi sebagai tenaga penjual terhadap program dan profil khalayaknya.
3.      Upaya Memperoleh Iklan Radio
Setiap stasiun radio siaran harus memiliki posisi pasar yang jelas untuk meraih pendengar sebanyaknya melalui programnya. Program dirancang untuk memenuhi minat dan keinginan pendengar yang menjadi sasarannya. Semakin suatu radio siaran memiliki format, segmentasi dan positioning yang jelas dan focus, maka semakin mudah para pengiklan memasang iklan produknya di radio tersebut.
Bagi stasiun radio komersial, iklan merupakan jantung kehidupannya. Tanpa iklan, dipastikan radio tersebut lambat – laun tak bakal beroperasi lagi. Iklan radio memiliki karakteristiknya sendiri. Hanya mengandalkan suara (kata-kata/music/efek) dengan durasi singkat, diharapkan seseorang memahami pesan – pesannya. Meski begitu, memasang iklan di radio, tidak bisa sekali putar. Tapi memang harus diputar berulang – ulang agar pendengar sedapatnya teringat di dalam benaknya.
Sekali lagi, terkait dengan pemasangan iklan di radio maka sangatlah penting sebuah stasiun radio menentukan dan memiliki format yang jelas. Karena sesuai dengan perkembangan zaman, setiap produk ditujukkan untuk kalangan atau segmentasi tertentu.
Dari kondisi zaman  yang sedang berubah tersebut, akhirnya banyak stasiun radio yang dijual oleh pemiliknya kemudian berganti pemilik sehingga nama stasiun, format dan  manajemennya menjadi berbeda dan baru. Ironisnya, argumentasi pendengar dan audien yang baru dijangkaunya itu tanpa diimbangi suatu riset atau observasi yang memadaia. Stasiun radio hanya mampu berganti format, tapi tidak mampu mendatangkan iklan sesuai yang diharapkan.
Mengacu pada konsep teoritis, menurut Morrison (2005:148), segmentasi audien adalah suatu konsep yang sangat penting dalam mengembangkan bisnis penyiaran. Secara definitive, segementasi audien sebagai suatu proses untuk membagi – bagi atau mengelompok – kelompokkan audien ke dalam kotak – kotak yang lebih homogeny.

1.      Pemasaran Program dan Pendukung
Memasarkan program radio, tidak semata hanya menjual programnya. Tapi terkait juga dengan jumlah dan profil pendengarnya. Karena bagi pemasang iklan, jumlah dan profil pendengar akan berhubungan dengan terpaan iklan yang ditujukkan kepada jumlah pendengar, segmentasi, serta profil khalayaknya untuk mencapai hasil yang efektif dan signifikan.
Di masa situasi iklan yang masih sulit untuk radio siaran seperti sekarang ini, dibutuhkan suatu strategi baru untuk bias mendatangkan iklan. Dapat dipahamai, setiap media massa memiliki potensi yang lebih mudah untuk membentuk citra atau image yang kuat dibidang produk lainnya.
Untuk radio cukup irit. Cukup bermodal stiker yang ditempel di mobil – mobil yang mencantumkan nama – nama stasiun dan frekuensinya, masyarakat sudah cepat mengenalnya. Di sinilah program yang memiliki segmentasi dan format yang jelas dan focus ikut berperan, selain unsur penyiar juga bisa jadi penentu. Maka itu strategi yang dibutuhkan stasiun radio adalah strategi bagaimana programnya memiliki pendengar yang potensial dan bagaimana perolehan iklannya bisa menghasilkan keuntunngan financial.
Bagian pemasaran dan promosi perlu merancang dan membuat proposal event yang dibutuhkan oleh para calon sponsor. Karena di masa sekarang, kegiatan on air radio harus ditunjang oleh kegiatan off airnya. Secara teknis, bagian on air bisa melakuakan live report atau wawancara terhadap kegiatan off airnya. Seperti program – program music di televise menyuguhkan kegiatan on air dan off airnya dalam satu paket sajian.
Akhirnya tak dapat dipungkiri, di masa sekarang ini, suatu stasiun radio harus melakukan kegiatan off air untuk mendukung eksistensinya. dimaksudkan dengan adanya kegiatan off air, para pihak terkait (produsen, biro iklan) akan melihat kerumunan atau jumlah pendenagrnya dan profil khalayaknya secara kasat mata atau nyata. Dengan begitu, pihak biro iklan tak segan untuk memasang iklan produknya si radio yang diingina karena pasar ayang ditujunay sesuai dengan segmentasi dari radio tersebut.