Bab I Siaran Radio
1.
Sejarah
Radio
Radio ditemukan pada tahun 1877 oleh
Gluglielmo Marconi (Italia). Dan pada tahun 1894 Marconi melanjutkan eksperimen
Henrich Hertz (1884) untuk mewujudkan penemuan radio ke arah yang lebih
sempurna, yaitu pada 1895 penemuannya itu dapat menerima tanda – tanda tanpa
kawat dalam jarak 1 mil dari sumbernya, dan pada 1896 jaraknya menjadi 8 mil.
Kejutan lain yang juga mengagumkan
adalah upaya dari David Sarnoff, sang pengkhayal sejati, pada 1916 dengan
memonya Radio Music Box, mengenai usulan agar pesawat penerima radio
diproduksi secara massal sehingga siaran musik dapat dinikamti oleh banyak
orang. Dengan begitu menurut Albig, istilah radio siaran (Broadcasting) yang
kali pertama memperkenalkannya adalah David Sarnoff.
2.
Sekilas
Tentang Radio di Indonesia
Radio siaran pertama di Indonesia
kala itu bernama Nerderland Indie – Hindia Belanda, adalah Bataviase Radio
Vereniging (BRV) berada di Batavia (Jakarta), yang didirikan pada 16 Juni 1925.
Semua radio siaran memiliki status swasta.
Sebagai pelopor munculnya radio
siaran usaha bangsa Indonesia adalah SRV, yang didirikan pada 1 April 1933
berkat peran Mangkunegoro VII dan Ir. Sarsito Mangunkusumo. Sejak itu,
dikemudian hari, berdiri badan – badan radio siaran, usaha bangsa Indonesia di
berbagai kota besar lainnya.
3.
Pengertian
Radio Siaran
Merujuk pada pengertiannya dalam The
Encyclopedia of America International 1983, radio is mean communication
that tillies on the use of eectromagnetic wave propagates through space the
speed of light. The elecronic wave used for radio communication are similar to
light and heat waves, but generally much lover in frequency (radio adalah
alat komunikasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik yang disebarkan
melalui ruang pada kecepatan cahaya. Gelombang
elektromagnetik yang digunakan dalam komunikasi radio persis dengan
cahaya dan gelombang panas, tetapi frekuensinya lebih rendah).
Menurut Anton M. Moeliona, radio
adalah siaran (pengiriman) suara / bunyi melalui udara (1982). Sedang menurut
Moeryanto Ginting, radio adalah alat komunikasi massa yang menggunakan lambang
komunikasi yang berbunyi.
Terkait dengan itu, maka radio
siaran perlu dimuati pesan – pesan, informasi, musik, serta bunyi –bunyi
lainnya, yang terencana, tersusun / tertata, terpola menjadi suatu program yang
layak dan siap untuk didengarkan kepada khalayak. Suara penyiar yang merdu dan
enak didengar merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh
stasiun radio. Bukan Cuma sekedar merdu dan enak didengar. Keserasian warna
vokal(timbre) yang dimiliki si penyiar dengan
mata acara yang dibawakannya harus terpenuhi.
4.
Karakteristik
Radio Siaran
Sebagai media massa, radio siaran
memiliki karakkteristik unik dan khas yang juga tentunnya mempunyai keunggulan
dan kelemahannya. Dalam penyampaian pesan atau isi pernyataannya yang dikemas
dalam program radio mempunyai cara tersendiri yang disebut dengan gaya radio
meliputi bahasa kata-kata lisan, musik/lagu, dan efek suara, yang menjadi kunci
utama idenittas sebuah stasiun radio dalam menyajikan programnya untuk memikat
pendengarnya. Bahasa atau kata-kata lisan yang digunakan penyiar dalam
penyampaian pesannya disebabkan apa yang disebut dengan “gaya radio” atau radio
style. Menurut Effendy, gaya radio siaran dapat timbul karena faktor:
1.
Sifat
radio siaran
Karateristik : 1. Imajinatif, radio bisa menciptakan theatre of
mind.
2.
Auditori,
radio adalah bunyi atau suara yang hanya bisa di konsumsi oleh telinga.
3.
Akrab,
media radio siaran adalah intim.
4.
Gaya
percakapan, bahasa yang digunakan bukan tulisan, tetapi gaya obrolan
sehari-hari.
2.
Sifat
pendengar radio
Karakteristik : 1. Heterogen (beragam)
2.
personal (Pribadi)
3.
Aktif
4.
Selektif
5.
Kekuatan
dan kelemahan radio
a.
Kekuatan
radio siaran
I.
Radio bersifat langsung
II.
Radio siaran menmbus jarak dan rintangan
b.
Kelemahan
radio siaran
I.
Durasi
program terbatas
II.
Sekilas
dengar
III.
Mengandung
gangguan
Bab II Konsep dan Strategi Penyiaran Radio
1.
Komunikator
Media Radio
Dalam dunia radio
siaran, komunikator adalah bisa seorang pemilik modal, marketing, penyiar,
reporter, penulis naskah, produser, program director, music director,
serta operator. Pesan – pesan yang disampaikan bisa berupa kata – kata
ucapan/ujaran, musik/lagu, serta efek suara (sound effect). Pesan yang
disampaikan melalui media radio dikemas dalam format program acara yang
ditunjukkan kepada komunikan atau khalayak.
Komunikan adalah
manusia atau manusia – manusia yang menerima isi pernyataan komunikator
sehingga terjadi proses komunikasi. Di dalam dunia radio siaran, penyiar
merupakan komunikator yang paling mendapat perhatian terbesar dari para
pendengar.
2.
Upaya
Penyiar Profesional
Penyiar sebagai
ujung tombak siaran, tentunya identik sebagai representasi dari stasiun
radionya. Artinya merupakan salah satu cermin identitas stasiun (statioo
identity). Karena untuk menyampaikan informasi, pikiran, emosi, penyiar
hanya mengandalkan suara. Bukan dengan
gerak tubuhnya, atau seulas senyum agar orang bisa melihatnya. Menurut Temmy
Lesanpura, penyiar dalam arti dan fungsinya , terdapat 10 hal pokok yaitu :
1.
Sebagai
juru bicara stasiun radio
2.
Sebagai
alat bersaing dengan stara (stasiun radio lain)
3.
Penyampai
pesan komersial
4.
Menjadi
station identity (identitas stasiun)
5.
Pelaku
“awareness” dengan pendengar/penghimpun pendengar
6.
Menjadi
unsur kekuatan mencapai “leader station”
7.
Anggota
perusahaan yang punya hal dan kewajiban
8.
Memiliki
needs dan harapan dalam karir serta jabatan
9.
Sebagai
teman bicara
10.
Sebuah
profesi yang khusus dalam dunia komunikasi
Penyiar juga dapat
dibagi dalam sejumlah kategori yang bisa dikelompokkan menjadi penyiar :
1.
Berita
– narator informasi
2.
Penyuluh
pendidik
3.
Peng
– interview/pewawancara/features
4.
Reportase
5.
Hiburan/
entertainer – variety show
6.
Obrolan/perbincangan
7.
Program
musik
8.
Komedi
9.
Radio
play – dongeng
10.
Dakwah
11.
Kontak
pendengar
Seorang penyiar harus memiliki tiga
hal penguasaan, yaitu :
1.
Skill
2.
Knowledge
3.
Attitude
Bab III Para Kreator Produksi Radio Siaran
1.
Kretif
dan inovatif
Setiap stasiun
radio, khususnya di bagian produksi siaran, sangat membutuhkan para kreator
atau orang – orang yang kreatif sekaligus inovatif dalam mengemas produksi
program yang hendak disiarkannya. Maka itu, setiap perencanaan program selalu
dituntut suatu inovasi dan kreativitas. Diharapkan program tak terkesan monoton
dan menjenuhkan. Untuk itu pula, tak heran, jika diperlukan adanya suatu
selektivitas terhadap suara penyiar lagu, atau bunyi – bunyi lainnya untuk
ditata sedemikian rupa agar sesuai tujuan dan aturan penyajiannya, sehingga
dari hari ke hari dipastikan akan selalu berbeda.
2.
Para
Kreator Produksi Program
Sebaiknya perlu
disadari oleh bagian produksi program, bahwa segala produksi program yang
disiarkan adalah hasil kerja tim atau kelompok. Semua orang yang terlibat di
dalam proses maupun hasil produksi program harus menyadari, bahwa sebuah
program yang bagus dan menarik juga merupakan hasil kerjasama tim. Orang –
orang inilah yang menjadi kunci atau berperan penting dibalik kesuksesan sebuah
program radio. Baik program musik maupun berita.
Untuk lebih
jelasnya, dapt dijabarkan sebagai berikut :
1.
Manajer
Produksi, seorang yang
bertugas dan bertanggung jawab terhadap segala proses dan hasil akhir produksi
siaran.
2.
Program
Director/Penata Program,
seorang yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap keseluruhan program siaran
dan membuat serta menyusun jadwal siaran.
3.
Music
Director/Penata Musik,
seorang yang bertugas dan betanggung jawab dalam menentukan format musik,
kriteria lagu, dan penyedia lagu di dalam setiap progam pada suatu stasiun
radio.
4.
Produser,
seorang yang bertanggung jawab terhadap acara yang diasuhanya dan selalu
mengupayakan kualitas dari isi acaranya.
5.
Penulis
Naskah/ Scriptwriter radio, seorang yang bertanggung jawab menulis naskah
siaran denga menggunakan bahasa tutur atau percakapan dalam suatu program
radio.
6.
Penyiar, seorang yang bertugas menyampaikan materi naskah dan isi materi
siaran melalui tuturan kata – kata kepada pendengar.
7.
Reporter, seorang yang bertugas melaporkan suatu peristiwa penting melalui
media massa.
8.
Editor, seorang yang bertugas
menyunting atau memotong materi suara dan bunyi untuk keperluan tuntutan
program siaran.
9.
Operator
Siar, seorang yang
bertanggung jawab dan bertugas mengoperasikan peralatan studio siaran sehingga
dapat dinikmati acara siarannya oleh pendengar radio.
10.
Operator
Rekam, seorang yang
bertugas terlibat dalam suatu produksi melalui proses perekaman pada acara –
acara yang akan disiarkan.
Bab IV Perencanaan &
Penyusunan Program Radio
1.
Pengertian
Perencanaan Program
Ketika mendengar siaran radio yang tersaji dalam bentuk program
- programnya , biasanya ada suatu
keteraturan yag dirasakan pendengar. Keteraturan yang dimaksud melinkupi,
waktu, durasi, komposisi, segmen acara, rotasi
lagu, serta susunan acara. Setiap program yang tersaji dimuati oleh pesan –
pesan atau isi pernyataan (IP). Pesan – pesan tersebut dikemas dalam sebah
program yang sebelumnya telah melalui proses perencanaan.
Secara lebih luas dalam konteks perencanaan dan pengelolaan,
menurut Harold dan Cyril. Donell dalam bukunya Principle of Management,
perencanaan didefinisikan sebagai persiapan yang teratur dari setiap usaha yang
mewujudkan/mencapai tujuan atau tujuan – tujuan yang telah ditentukan.
(Saragih,1982:62)
Progam Perencanaan, dapat pula dikatakan sebagai suatu perencanaaan
komunikasi. Siaran program radio juga termasuk perencanaan komunikasi.
Perencanaan komunikasi bisa dikaitkan dengan pemilihan penggunaan media apa
yang sesuai dengan sasaran atau khalayak.
Hoeta Soehoet membagi delapan
tahapan dalam melakukan perencanaan komunikasi :
1.
Meneliti
Sasaran
2.
Membatasi
Sasaran
3.
Penyusunan
Isi Pernyataan
4.
Penentuan
Saluran – Saluran
5.
Penentuan
Intensitas
6.
Penentuan
Frekuensi
7.
Penentuan
Waktu
8.
Penentuan
Tempat
2.
Pengertian
Penyusunan program
Setelah program yang telah direncanakan selesai digarap, maka
program tersebut perlu disusun agar pesan – pesan yang terkandung di dalamnya
dapat sampai secara efektif. Dalam hal ini seorang penyiar berperan penting
dalam mengolah pesan – pesan tersebut menjadi sesuatu yang menarik dan enak
didengar.
3.
Penentuan
Format Stasiun
Setiap program yang hendak dirancang dan dibuat harus mengacu
terhadap format stasiun. Format stasiun adalah pola atau bentuk dominan yang
menunjukkan ciri dan identitas tertentu dari stasiun radio yang bersangkutan.
4.
Membuat
Acara Siaran
Unsur- unsurnya menurut Temmy Lesanpura :
1.
Tema
acara
2.
Nama/
judul acara
3.
Materi
acara
4.
Waktu
siar
5.
Durasi
siar
6.
Kriteria
penyiar
7.
Jumlah
penyiar
8.
Format
acara
9.
Gaya
siaran
10.
Teknis
siaran
11.
Kriteria
lagu
12.
Jumlah
lagu
13.
Operasionalisasi
siaran
14.
Operator
siaran
15.
Biaya
operasional
16.
Jumlah
iklan
17.
Jenis
iklan
5.
Penyajian
Program Siaran
Tujuan penyajian program siaran
1.
Pengetahuan
2.
Hiburan
3.
Kepentingan
sosial
4.
Pelarian
Bab V Daya Tarik Program Radio
1.
Unsur
– unsur Daya Tarik Radio
Unsur – unsur radio menurut Effendy, yaitu :
a.
Musik
b.
Kata
–kata
c.
Efek
suara
2.
Mengembangkan
Kreativitas Daya Tarik
Musik atau lagu yang disuguhkan melalui program, sesuai dengan
suasana hati atau pikiran pendengar saai ia mendengarkan radio tersebut.
Setidaknya lagu yang diputar sesuai dengan kondisi waktu dan jamnya. Apakah
harus bertempo up (cepat), medium (sedang), atau low (lambat). Hal ini yang
dijual dari radio siaran, yaitu memiliki pendengar melimpah yang potensial
buyer (pembeli potensial) sesuai target sasaran atau segmentasi yang telah
ditetapkan. Memadukan kreatifitas daya tarik memang buka perkara yang mudah.
Karena. Walau bagaimana mengemas sautu acara radio memerlukan rutinitas,
latihan, dan evaluasi sehingga tim acara yang terlibat bisa memahami segala hal
yang diingini dan yang dibutuhkan pendengar.
Bab VI Format dan Jenis Program Radio
1.
Pengertian
Format Program
Menurut Pringle-Starr-McCavitt (1991) seperti dikutip Morisson
(2005), “the programming of most stations is dominated by one principle
content element or sound, known as
format” (program sebagin besar stasiun radio didominasi oleh satu elemen
isi atau suara yang utama yang dikenal dengan format).
Kemunculan format stasiun
atau spesialisasi siaran yang disebut narrowcasting, akibat dari banyak
tumbuh berkembangnya stasiun radio, dan semakin kuatnya daya pesona media
televisi. Menurut C.
Keith, spesifikasi atau narrowcasting pada
tahun 1950-an menyelamatkan media radio dari kebangkrutan di Amerika Serikat.
Format bisa dimaknai sebagai ukuran, pola, bentuk untuk menjelaskan
tentang sesuatu. Format stasiun dimaksudkan sebagai pola atua bentuk dalam ciri
tertentu yang mendominasi siarannya. Secara garis besar format stasiun dapat dibagi menjadi :
1. Format Berita, bahwa stasiun radio tersebut
menyajikan porsi dominan siarannya pada
berita dan informasi.
2. Format Musik, stasiun radio yang menyajikan
porsi dominan siarannya pada musik.
3. Format Khusus, stasiun radio yang mencirikan
siarannya pada materi tertentu dan khas.
Kemunculan
pendekatan narrowcasting, cukup
membawa dampak positif bagi perkembangan media radio pada masa – masa
selanjutnya. Sebab, selanjutnya, radio siaran tidak mengenal suatu format
spesifik (narrowcasting). Radio
siaran masih menggunakan pendekatan lain yang disebut sebagai broadcasting, yang mana isi siarannya
merupakan kombinasi berbagai formal yang ditujukan untuk pendengar heterogen
atau beragam. Sampai sekarang pendekatan broadcasting masih digunakan oleh
beberapa radio siaran di Jakarta, antara lain, RRI, Radio Sonora (Jakarta), dan
lain – lain.
Sejalan
dengan perkembangan zaman yang terus berubah, format stasiun justru sekarang
menjadi salah satu identitas sebuah stasiun radio. Selain itu, format bisa menjadikan
suatu radio diakui eksistensinya dan memiliki pendengar yang khas.
Namun,sesungguhnya, kata format mempunyai penambahan tiga pengertian di
belakangnya, yaitu format program, format produksi, format siaran (Darmanto,
1998: 45).
Pengertian
format program mengacu pada perencanaan penyajian suatu program yang didasari
isi materi siarannya. Format produksi mengandung pengertian bagaimana suatu
program disajikan secara tekniknya. Sedangkan format siaran atau lebih dikenal
dengan format station dapat dimaknai sebagai bentuk kepribadian suatu siaran
penyiaran radio sebagaimana dapat didengarkan dari program siarannya.
2.
Jenis Format Proposal Program
Seperti halnya format stasiun, format program
dapat dibagi menjadi tiga kategori besar, yaitu :
1. Format informasi / berita, radio yang dalam
penyajian siarannya didominasi oleh program – program dengan materi kata /
berita, yang mengandung informasi dan peristiwa aktul untuk diketahui oleh
pendengar. Misalnya, berita (news), bincang – bincang (talk), atau perpaduan
antara berita dan bincnag – bincang.
2. Format program musik seluruh program
terbesarnya adalah musik atau lagu sebagai ciri khasnya sebagai representasi
dari format satsiunnya (format musik). Pilihan format musik sesungguhnya paling
banyak dipilih oleh stasiun radio sebagai ciri identitasnya. Karena musik atau
lagu yang disajikan dalam bentuk program yang paling banyak digemari pendengar.
3. Format khusus, format yang siarannya mengarah
terhadap kekhususan tertentu yang dominan.
Dengan
adanya format program, pendengar dapat menikmati siaran radio sesuai dengan
minat dengarnya. Format program merupakan suatu batasan mengenai ciri tentang
suatu program. Ada beragan jenis format program di dalam suatu stasiun radio.
Menurut Wahyudi (1994: 17-18) dari aspek karakteristiknya jenis siaran terbagi
dua, yaitu :
1.
Siaran karya artistik, siaran yang diproduksi melalui pendekatan
artistik, yaitu proses produksi mengutamakan segi keindahan.
2.
Siaran karya jurnalistik, siaran yang diproduksi melalui pendekatan
jurnalistik yaitu suatu proses produksi yang mengutamakan segi kecepatan,
termasuk dalam proses penyajian kepada khalayak.
Perbedaan
antara karya artisitk dan karya jurnalistik menurut Wahyui (1994:19), sebagai
berikut:
1. Karya Artisitk
Ø Sumber : Ide/gagasan
Ø Mengutamakan keindahan
Ø Isi pesan bisa fiksi dan non fiksi
Ø Penyajian tidak terikat waktu (perencanaan)
Ø Sasaran kepuasan pendengar
Ø Memenuhi rasa kagum / menghargai seseorang
Ø Improvisasi tidak terbatas
Ø Isi pesan terikat pada kode moral
Ø Penggunaan bahasa bebas (dramatis)
Ø Refleksi daya khayal kuat
Ø Isi pesan tentang realitas sosial
2. Karya jurnalistik
Ø Sumber : Permasalahan hangat
Ø Mengutamakan
kecepatan / aktualitas
Ø Isi pesan harus faktual
Ø Penyajian terikat waktu
Ø Sasaran kepercayaan & kepuasan pendengar
Ø Memenuhi rasa ingin tahu pendengar
Ø Improvisasi terbatas
Ø Isi pesan terikat pada kode etik
Ø Menggunakan bahasa jurnalistik (ekonomi kata
& bahasa)
Ø Refleksi penyajian kuat
Ø Isi pesan menyerap realitas / faktual
3. Jenis -
Jenis Program
Berkait
dengan kategorisasi dan klasifikasi tentang karya artistik, maka dapat
dijabarkan berdasarkan jenis masing – masing program tersebut sebagai berikut :
1. Program Musik. Suatu program yang materi
siarannya mengutamakana aspek atau yang berkaitan dengan musik dan lagu dalam
penyajian siarannya.
2. Program Drama Radio. Suatu program yang
menyajikan atau karakternya dalam suatu tema cerita tertentu yang dibawakan
dengan gaya naratif, monolog, dialog yang diselingi dengan suara musik, lagu,
seta efek suara seperlunya.
3. Program Kuis Radio.suatu program yang materi
siarannya didasarkan pada pertanyaan –pertanyaan, teka –teki, permainan/games
auditif yang ditujukan kepada pendengar agar menanggainya sebagai sautu bentuk
partisipasinya atau interaktif, yang dikompensasikan dengan suatu hadiah.
4. Program Variety Show. Suatu program sajian
yang terdiri dari sejumlah kombinasi dari beragam format acara, yang dikemas
secara dinamis dan menarik dengan diselingi sisipan musik dan efek suara.
5. Program Komedi/Humor. Suatu program yang
menyajikan unsur – unsur yang menggelitik dan mengundang kelucuan secara
auditif sehingga merangsang pendenagr untuk tersenyum atau tertawa.
6. Program Sponsor. Suatu program yang isi
siarannya dimuati oleh informasi dan data produk tertentu yang disajikan dengan
gaya perbincangan atau wawancara.
Sedangkan
karya jurnalistik sebagai berikut :
1. Program Buletin Berita. Suatu sajian beragam
berita aktual yang dikemas dalam tingkatan gradasi sangat penting, penting dan
kurang penting yang perlu diketahui masyarakat.
2. Program Dokumenter. Program yang didasarkan
pada peristiwa penting yang telah belalu dan memiliki relevansi aktualitas
dengan kekinian.
3. Program Majalah Udara. Program adopsi dari
majalah cetak yang disajikan dalam bentuk versi auditif yang berisi mengenai
aneka ragam topik, tema, serta peristiwa yang perlu diketahui masyarakat.
4. Program Feature. Program informasi yang
membahas suatu topik persoalan melalui bebagai pandangan yang saling
melengkapi, mengurai, dan mengkritik, yang disajikan dalam berbagai format.
5. Program talk Show. Program yang mengutamakan
sajian perbincangan ataua obrolan yang didasari penentuan tema, topik, serta
bahasan yang dikemas secara dinamis dan aktual, faktual, menarik, juga
menghibur.
Untuk itu, tuntutan yang
harus dipenuhi dalam menyajikan karya jurnalistik meliputi :
1. Kemampuan reportase. Reporter radio dituntut
kemampuannya untuk menggali sumber berita, yang terkait dengan peristiwa.
2. Kemampuan mewawancarai. Reporter lapangan atau
penyiar di studio harus sanggup memahami kaidah atau kiat – kiat mewawancarai
narasumber.
3. Kemampuan mengantisipasi narasumber. Bagi
stasiun radio berformat berita, kemampuan mencari dan membina hubungan baik
dengan narasumber mutlak dirperlukan, agar narasumber tidak jera untuk tampil
kembali diwawancarai.
Tipe
narasumber yang bisa menimbulkan hambatan, anatara lain (Beaman, 2002:130-131)
·
Narasumber meninta salinan pertanyaan sebelum wawancara.
·
Narasumber memberi jawaban – jawaban singkat.
·
Narasumber tak bersedia memberi informasi.
·
Narasumber berbicara terlalu panjang.
·
Narasumber menggunakan kata – kata kotor.
SOP
(STANDARD OPERATION PROSEDUR)
Reportase Langsung
Reportase
langsung dari lokasi sumber berita yang dilakukan oleh Reportase yang ada
dilapangan unutk News Lepas. (non sponsor)
a. Tujuan
·
Agar petugas yang terkait dengan produksi reportase langsung menjaga
konsistensi dan tingkat kinerja tim dalam organisasi atau unit kerja.
·
Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap – tiap posisi dalam
organisasi.
·
Memprjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas terkait.
b. Pelaksana
Penanggung jawab Reportase ini adalah pengarah
acara / desk pemberitaan dan Reporter.
Bagian lain yang terkait dalam proses ini
adalah Penata Rekam, penyiar, operator.
c. Prosedur
ü Reporter mengirim SMS tentang adanya berita
dari TKP ke..... (deks pemberitaan)
ü Jika Ok. Lanjutkan
ü Jika tidak berhenti
ü Reporter membuat naskah berita
ü Penyiar / petugas di studio menghubungi Via
telp ke reporter
ü Cek semua peralatan komunikasi (handphone dan
tape), naskah dan insert rekaman bila ada
ü Jika OK. Lanjutkan
ü ON AIR
Bab VII Penunjang Daya Tarik Program Radio Siaran
1.
Penunjang Daya Tarik Program
Sebagai
media yang auditif, radio dalam penyiaran programnya memang tidak selalu
terpaku terhadap format program yang disajikannya. Artinya, progam bukan hanya
menyiarkan hal – hal yang berkaitan dengan isi dominan materinya, seperti
misalnya : suara penyiar yang membacakan teks / naskah siaran atau saat si
penyiar berbicara secara improvisasi, suara pendengar yang terlibat aktif
melalui telepon sebagai bagian dari program interaktif, lagu – lagu yang
terputar, serta back sound yang melatarinya sepanjang durasi acara.
2. Aneka Penunjang Program
Menurut Temmy Lesanpura, yang pernah dikenal
sebagai praktisi dan konsultan radio siaran, dalam diktat internal berjudul
Pelatihan Manajemen dan Produksi Radio Siaran (1990), hal – hal yang dapat
menciptakan station identity
(identitas stasiun radio) adalah
a. Station Call. Suatu penanda atau tanda pengenal audio yang singkat sebagai identitas
radio. Umumnya berdurasi pendek antara 5 hingga 10 detik sebagai salah satu
ciri khas dari suatu stasiun radio siaran, yang berisikan pesan mengenai
keterangan nama stasiun, angka gelombang atau frekuensi, alamat stasiun, yang
dikemas dalam bentuk disenandungkan dengan iringan musik atau efek suara secara
singkat.
b. Jigle Program. Musik atau lagu pendek pembuka dari acara yang dimaksud sebagai
keterangan mengenai tema , isi, da bentuk acara yang disajikan.
c. Opening Tune. Suatu pembuka acara siaran yang berfungsi untuk penanda dalam bentuk
musik instrumen atau lagu, yang dikemas dengan durasi pendek atau seperlunya,
yang kemudian pula dapat dilanjutkan dengan vokal si penyiar yang berbicara di
atas musik terdengar tersebut sebagai salam pembuka.
d. Radio Expose/Promo Program. Tanda pengenal audio dari suatu yang berisi keterangan
mengenai nama acara, pembawa acara, waktu penyiaran, dan bentuk acara secara
singkat, yang disiarkan dengan frekuensi tertentu di sela – sela program sebagai
promosi acara.
e. Time Signal. Suatu penunjuk waktu berupa jam juga
menit yang berfungsi sebagai pengingat yang ditujukan kepada pendengar,
diselipkan di antara rentang waktu suatu acara.
f. Smash Music. Bagian dari potongan musik dengan irama menghentak yang terdengar secara
sekilas. Biasanya
digunakan sebagai penghubung atau aksen dalam suatu program.
g. Bumper. Suatu penanda berupa musik pendek atau efek suara, serta kata yang diberi
keterangan seperlunya sebagai bagian awal dan akhir atau penyelip pada suatu
program dan bentuk – bentuk audio lainnya.
h. Insert. Suatu paket
audio berdurasi pendek yang dibuat melalui proses perekaman sebelumnya atau
siaran langsung, yang biasanya beisi kata – kata , musik, juga efek suara yang
disajikan dalam benruk informasi penting atau dengan secara sekilas atau kisah
lucu singkat (anekdot). Insert kerap diputar di sela – sela suatu program musik
atau lagu.
i.
Iklan Spot Radio. Suatu pesan promosi berdurasi 30 detik atau
lebih mengenai produk, abrang, serta jasa dalam bentuk audio yang harus melalui
proses perekaman sebelum disiarkan.
Unsur – unsur yang telah diebutkan di atas,
merupakan bagian dari daya tarik program radio. Unsur – unsur tersebut
menyelingi di sela – sela program, sehingga acara yang disiarkan menjadi
bervariasi, dinamis, dan memikat. Maka itu pula, semuanya disusun bersama
dengan program acara dalam rentang durasinya yang disebut format clock berbentuk diagram lingkaran.
3. Menata dan Memadukan Penunjang Dya Tarik
Menata unsur – unsur penunjang daya traik
program dibutuhkan kejelian dan hasil pengalaman yang cukup memadai. Memadai di
sini dimaksudkan, memiliki pengalaman dalam memahami musik, karakter
suara/sound, naskah radio, durasi, serta karakteristik acara, sehingga
pemahamnnya mengenai irama dan dinamika acara yang disajikan dapat dinikamti
pendengar dengan baik. Semua unsur – unsur daya tarik tersebut dipadukan dengan
nuansa atau elemen – elemen yang mampu menggugah emosi dan keterlibatan
pendengar. Seperti yang diungkap Howard Gough, ada sebagian daya tarik acara
terletak pada elemen – elemen berikut ini :
1. Acara itu berdampak bagi kehidupan pendengar,
berhubungan denagn cara – cara tertentu sehingga mereka merasa terlibat.
2. Selalu ada konflik. Adanya pertentangan. Acara
di format dengan menyajikan dua pendapat yang berbeda dari si penyiar, bisa isu
yang aktual atau yang masih terus menjadi bahan perdebatan di dalam masyarakat.
3. Program harus dipahami khalayak. Seorang pakar
atau akademisi, sebaiknya jika bersiaran harus beradaptasi dengan format dan
segmentasi dari radio bersangkutan.
Bab VIII strategi Pemasaran Program Radio
1. Pengertian Strategi
Banyak pakar dibidang pemasaran menyatakan, strategi
merupakan modal dasar demi tercapainya tujuan. Secara definitif, strategi
dimaknai sebagai suatu cara atau kiat mencapai suatu tujuan tertentu. Untuk
itu, agar mencapai suatu tujaun yang dikehendaki dibutuhkan suatu strategi.
Strategi yang baik dapat diwujudkan hasil gemilang yang sesuai harapan. Maka
itu pula, strategi sebaiknya mudah untuk dilaksanakan sehingga apa yang hendak
dicapai dapat terwujud. Herman kartajaya menyatakan, dari semua buku referensi
perang, hanya ada strategi dan taktik. Pada umumnya, para
pemikir mengatakan bahwa strategi lebih penting daripada taktik.
2.
pengertian
Pemasaran
Memahami dunia pemasaran, tak
berlebihan, tampaknya juga dapat menimbulkan garis – garis kernyit di dahi.
Karena, hampir dipastikan, memasarkan suatu produk agar bias dikenal, diingat,
dibeli, dan menimbulkan kesetiaan bagi konsumen, sama sulitnya ketika seorang
ibu berupaya keras membujuk anaknya untuk makan.
Pemasaran menurut para tokoh di
dalam buku Immutable Laws of Branding (2000: viii) “Pemasaran pada dasarnya
adalah membangun merek di benak konsumen. Jika anda mampu memnbangun merek
yang, anda akan memiliki program pemasaran yang tangguh pula. Jika anda tak
mampu, maka upaya apa pun yang anda lakukan, pengiklanan, promosi penjualan,
kehumasan, tak akan mampu mencapai tujuan program pemasaran anda.”
Sedangkan strategi pemasaran
didefinisikan sebagai analisis strategi pengembangan dan pelaksanaan kegiatan
dalam strategi penentuan pasar sasaran bagi produk pada tiap unit bisnis.
pemasaran atau marketing merupakan salah satu bagian terpenting
dalam suatu perusahaan. Karen pemasaran adalah aspek yang terlibat atau penentu
dalam tinggi rendahnya keuntungan yang diperoleh suatu perusahaan. bagian
pemasaran di radio juga berfungsi sebagai tenaga penjual terhadap program dan
profil khalayaknya.
3.
Upaya
Memperoleh Iklan Radio
Setiap stasiun radio siaran harus
memiliki posisi pasar yang jelas untuk meraih pendengar sebanyaknya melalui
programnya. Program dirancang untuk memenuhi minat dan keinginan pendengar yang
menjadi sasarannya. Semakin suatu radio siaran memiliki format, segmentasi dan positioning yang jelas dan focus, maka
semakin mudah para pengiklan memasang iklan produknya di radio tersebut.
Bagi stasiun radio komersial, iklan
merupakan jantung kehidupannya. Tanpa iklan, dipastikan radio tersebut lambat –
laun tak bakal beroperasi lagi. Iklan radio memiliki karakteristiknya sendiri.
Hanya mengandalkan suara (kata-kata/music/efek) dengan durasi singkat,
diharapkan seseorang memahami pesan – pesannya. Meski begitu, memasang iklan di
radio, tidak bisa sekali putar. Tapi memang harus diputar berulang – ulang agar
pendengar sedapatnya teringat di dalam benaknya.
Sekali lagi, terkait dengan
pemasangan iklan di radio maka sangatlah penting sebuah stasiun radio
menentukan dan memiliki format yang jelas. Karena sesuai dengan perkembangan
zaman, setiap produk ditujukkan untuk kalangan atau segmentasi tertentu.
Dari kondisi zaman yang sedang berubah tersebut, akhirnya banyak
stasiun radio yang dijual oleh pemiliknya kemudian berganti pemilik sehingga
nama stasiun, format dan manajemennya
menjadi berbeda dan baru. Ironisnya, argumentasi pendengar dan audien yang baru
dijangkaunya itu tanpa diimbangi suatu riset atau observasi yang memadaia.
Stasiun radio hanya mampu berganti format, tapi tidak mampu mendatangkan iklan
sesuai yang diharapkan.
Mengacu pada konsep teoritis,
menurut Morrison (2005:148), segmentasi audien adalah suatu konsep yang sangat
penting dalam mengembangkan bisnis penyiaran. Secara definitive, segementasi
audien sebagai suatu proses untuk membagi – bagi atau mengelompok – kelompokkan
audien ke dalam kotak – kotak yang lebih homogeny.
1.
Pemasaran
Program dan Pendukung
Memasarkan program radio, tidak
semata hanya menjual programnya. Tapi terkait juga dengan jumlah dan profil
pendengarnya. Karena bagi pemasang iklan, jumlah dan profil pendengar akan
berhubungan dengan terpaan iklan yang ditujukkan kepada jumlah pendengar,
segmentasi, serta profil khalayaknya untuk mencapai hasil yang efektif dan
signifikan.
Di masa situasi iklan yang masih
sulit untuk radio siaran seperti sekarang ini, dibutuhkan suatu strategi baru
untuk bias mendatangkan iklan. Dapat dipahamai, setiap media massa memiliki
potensi yang lebih mudah untuk membentuk citra atau image yang kuat dibidang
produk lainnya.
Untuk radio cukup irit. Cukup
bermodal stiker yang ditempel di mobil – mobil yang mencantumkan nama – nama
stasiun dan frekuensinya, masyarakat sudah cepat mengenalnya. Di sinilah
program yang memiliki segmentasi dan format yang jelas dan focus ikut berperan,
selain unsur penyiar juga bisa jadi penentu. Maka itu strategi yang dibutuhkan
stasiun radio adalah strategi bagaimana programnya memiliki pendengar yang
potensial dan bagaimana perolehan iklannya bisa menghasilkan keuntunngan
financial.
Bagian pemasaran dan promosi perlu
merancang dan membuat proposal event yang dibutuhkan oleh para calon sponsor.
Karena di masa sekarang, kegiatan on air radio harus ditunjang oleh kegiatan
off airnya. Secara teknis, bagian on air bisa melakuakan live report atau
wawancara terhadap kegiatan off airnya. Seperti program – program music di
televise menyuguhkan kegiatan on air dan off airnya dalam satu paket sajian.
Akhirnya tak dapat dipungkiri, di
masa sekarang ini, suatu stasiun radio harus melakukan kegiatan off air untuk
mendukung eksistensinya. dimaksudkan dengan adanya kegiatan off air, para pihak
terkait (produsen, biro iklan) akan melihat kerumunan atau jumlah pendenagrnya
dan profil khalayaknya secara kasat mata atau nyata. Dengan begitu, pihak biro
iklan tak segan untuk memasang iklan produknya si radio yang diingina karena
pasar ayang ditujunay sesuai dengan segmentasi dari radio tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar